hoaaahm…. Minggu malam ini, besok sudah hari senin saja, yang ada di kepalaku hanya pendingan kerjaan dan setumpuk kerjaan-kerjaan baru. Syukur penuh nikmat kepada Allah swt karena aku masih bisa menghirup udara bebas dan kondisi yang cukup fit.
Entah mengapa malam ini ingin rasanya menulis, banyak hal sebenarnya, namun, aku rasa akan sedikit yang aku tulis. Hmm,, entah mengapa malam ini terasa begitu berbeda dari malam-malam biasanya. Aku mulai memikirkan berbagai masam hal, tentang masa-masa lalu yang indah, pengembangan kepribadianku, hingga masa depanku kelak.
Sabtu lalu, sebenarnya aku kaget, ketika temanku, menyatakan dalam twitternya mengenai statementku yang mungkin pernah aku ceritakan padanya ketika kami sering berdiskusi dulu, Dia, Aji namanya, memang salah satu teman yang suka berdiskusi masalah kehidupan dari masalah yang remeh temeh hingga ke depannya, walau kadang kami selingi pula dengan candaan-candaan ringan. “segala sesuatu yang bisa membahagiakan orang tua gw”, yup, benar. Hidupku kini hanya untuk kedua orang tuaku. Orang tuaku yang amat teramat sangat baik padaku. Mungkin karena aku hanya anak satu-satunya, atau memang mereka adalah tipe orang tua yang memang sangat sayang pada anaknya. Namun, walau mereka sayang, tak pernah sedikit pun aku dimanja, aku hidup berbalut kesederhanaan, alhamdulillah aku anak yang cukup mengerti betapa besarnya keringat mereka yang keluar untuk menghidupiku. Maka, kini harus gantinya aku yang mengeluarkan keringat itu untuk mereka.
Sedih, galau, dsbnya lah entah apa namanya, ayahku 7 tahun belakangan ini menderita penyakit jantung, keadaannya pun kalau aku bilang cukup mengkhawatirkan. Aku sdih sekali, aku belum bisa membahagiakan mereka, aku takut belum sampai tiba saatnya. Aku ingin mereka naik haji/umrah, aku ingin mereka melihat aku menikah, aku ingin mereka bahagia dan bahagia. huff.. sedih rasanya ketika aku yang baru masuk kerja selama setahun sudah pusing karena kerjaan, sementara ayahku yang sudah 30 tahun kerja waktu itu terus berjuang demi aku. Apakah aku masih dikatakan belum mampu untuk membahagiakan mereka?. Semoga saja rezeki itu cepat datang. Jodoh itu cepat kuraih, dan impian-impian itu cepat terwujud.
Alhamdulillah, kini aku sudah bekerja di sebuah BUMN, gaji kurasa cukup, namun aku belum terbiasa dengan ritme dan gaya kerja yang menuntut kesempurnaan sementara di dalamnya sebenarnya tiada kesempurnaan sedikit pun. Bekerja bagai dikejar angin ribut, anjing galak, nenek lampir dan sebagainya. Namun, alhamdulillah ketika aku melihat orang tuaku aku terus kembali semangat, terlebih lagi mereka selalu mendukungku, membawakanku makanan, menyiapkan segala hal, dan sebagainya. Hanya satu kata yang bisa ku katakan, “aku sedih”.
Dari penghasilan ku sebenarnya aku bisa saja dengan cepat untuk mengumrahkan kedua orangtuaku, namun, entah mengapa aku masih bingung, apakah ketika umrah, orangtuaku akan balik ke Indonesia lagi?? Ini sesuai dengan pengalaman Kakekku yang meninggal disana. Aku masih trauma, aku sedih sekali saat itu, kakekku yang kusayang harus pergi tanpa aku lihat jasad terakhirnya. Aku jadi ingat, salah satu rekan kerjaku pernah bilang, jika kita memberangkatkan orang tua kita ke tanah suci, anggaplah kita mengantar mereka ke surga, syukur-syukur kalau balik ke Indonesia. Nah, hal ini membuat saya sedikit bingung dan hopeless.
Orang tua, mereka memang ingin sekali umrah atau naik haji, terlebih lagi tetanggaku sudah banyak yang pergi, namun mau dikata apa, kehidupan kami yang sederhana tidak bisa langsung begitu saja naik haji atau umrah. Heran, sebenarnya, mengapa mobil ayahku tidak dijual saja untuk umrah atau naik haji, mereka malah lebih menyarankan untuk dijadikan dp untuk beli mobil baru. Mereka mungkin ingin naik haji atau umrah nanti saja. Intinya cuma satu buat aku bahagia. “aduh, bagaimana ga sedihhhhhh”. Terlebih dulu waktu aku baru masuk kuliah, ayahku tidak mau dioperasi dengan uang pensiunannya itu, dan dia hanya berkata itu untuk kuliah DHika. Walau Alhamdulillah aku banyak mendapat beasiswa dan sebagian uang kuliah bisa di simpan untuk keperluan masa nanti.
huffh, jodoh, terlebih lagi masalah itu, sampai sekarang aku selalu ditanyakan mengenai hal itu, aku tak bisa berfikir. Hai wanita, dimanakah engkau???. Sudah beberapa kali aku mendekati wanita, tapi ujung-ujungnya aku tak yakin apakah dia wanita yang akan menjadi bagian dari hidupku, terlebih lagi aku tak yakin bisa membahagiakannya. Sulit memang, semoga saja Allah memberikan jodoh yang sesuai denganku, dan semoga aku tak hanya mencari kesempurnaan semata, tapi bagaimana keridhoan Allah itu akan ada di setiap ilhan pencarian jodohku nanti. amin.
Impian oh impian, aku ingin kaya, tentunya kaya hati sehingga aku bisa berbagi amal dan senyum kepada semua orang. Aku masih ingat ketika aku dulu kuliah, berorganisasi, berkegiatan sosial, membuat aku banyak pengalaman. Sungguh masih banyak orang yang lebih kurang dan membutuhkan dibandingkan kita. Maka dari itu, aku bersyukur pernah berkuliah dan mengalami banyak pengalaman di tempat itu. Di tempat itu, aku dapat mengembangkan diriku seperti sekarang, membuat tulisan ini, lebih sayang pada orang tua, dan Insya Allah peduli lingkungan.
Transformasi Dhika harus benar-benar terjadi…
good to great…
love u Allah
Love u mom and dad
Love u my best friend
Love u all
Love u world
and love u (siapakah dia, hehe)
_myroom214118092011_







pengurus inti BEM FEUI 2009 proudly present pembubaran BEM FEUI 2009